STUDI PREEKLAMSI DAN PARTUS LAMA DENGAN TERJADINYA ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT BENMARI KABUPATEN MALANG

rokhamah mah - Poltekes Wira Husada Nusantara Malang
Sayuti Sayuti - Poltekes Wira Husada Nusantara Malang

Abstract


Neonatoral asphyxia is a condition of a newborn who experiences spontaneous and regular breathing failure immediately after birth, so that the baby cannot enter oxygen and cannot remove charcoal acid substances from his body. Preeclampsia results in high blood pressure causing reduced blood delivery to the placenta, causing hypoxia and causing asphyxia at birth. From a preliminary study conducted by researchers at Ben Mari Hospital, data on 102 deliveries were obtained. From these data, 30 babies who had asphyxia were obtained. Of the 30 babies, 15 of them had asphyxia due to preeclampsia and 10 of them had asphyxia due to the long labor process. While the other 5 are caused by other factors. Based on the preliminary study, researchers are interested in taking the title Relationship Between Preeclampsia And Old Partus With The Risk Of Asphyxia In Newborns In Benmari Hospital. The research method used uses quantitative methods using a cross sectional approach. Which is carried out with the aim of explaining relationships or influences, estimates, testing based on existing theories or revealing correlative relationships between research variables. This research was carried out at Benmari Hospital, Malang Regency. The sampling method uses the total sampling technique, which is a sample determination technique when all members of the population are sampled. The value of t count variables preeclampsia and old partus t count is 10,219> t table 2,051 which means that there is a significant relationship Between preeclampsia and old partus (X1, X2) and the incidence of asphyxia in newborns (Y). The calculated f value is 14,194> the Ftabel value is 2.95, meaning that there is a significant difference between the preeclampsia and old partus variables (X1, X2) and the risk of asphyxia in newborns (Y). The value of the coefficient of determination of0.513 means that the relationship of the free variable (X1, X2) with the bound variable is 51.3%, while the other 48.7% is influenced by other factors that are not studied.

ABSTRAK

Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, sehingga bayi tidak dapat memasukkan oksigen dan tidak dapat mengeluarkan zat asam arang dari tubuhnya. Preeklamsi mengakibatkan tekanan darah yang tinggi menyebabkan berkurangnya kiriman darah ke plasenta sehingga menyebabkan hipoksia dan menyebabkan asfiksia pada saat lahir. Dari studi pendahuluan yang peneliti lakukan di Rumah Sakit Ben Mari, didapatkan data 102 persalinan. Dari data tersebut diperoleh 30 bayi yang mengalami asfiksia. Dari 30 bayi tersebut 15 diantaranya mengalami asfiksia karena preeklamsi dan 10 diantaranya mengalami asfiksia karena proses persalinan yang lama. Sedangkan 5 lainnya disebabkan karena faktor lain. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut peneliti tertarik ingin mengambil judul hubungan preeklamsi dan partus lama dengan resiko terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir di rumah sakit benmari. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Yang dilakukan dengan tujuan menjelaskan hubungan atau pengaruh, perkiraan, menguji berdasarkan teori yang ada atau mengungkapkan hubungan yang korelatif antara variabel penelitian.penelitian ini dilaksanakan di rumah sakit benmari kabupaten malang. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel. Nilai t hitung variabel preeklamsia dan partus lama t hitung sebesar 10.219> t tabel 2.051 yang artinya ada hubungan yang signifikan Antara preeklamsia dan partus lama (X1, X2) dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir (Y). Nilai f hitung sebesar 14.194> nilai Ftabel sebesar 2.95, artinya terdapat yang signifikan antara variabel preeklamsia dan partus lama (X1, X2) dengan Resiko terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir (Y). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,513 artinya hubungan variabel bebas (X1, X2) dengan variabel terikat sebesar 51.3%, sedangkan 48.7% lainnya dipengaruhi oleh factor lain yang tidak diteliti.

Keywords


Preeclampsia, Old Partus, Asphyxia / preeklamsia, partus lama, asfiksia

Full Text:

PDF

References


Departemen Kesehatan RI. (2017). Profil kesehatan Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan.

Desfauza, E. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya asfiksia neonatorum. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Fatmawati, M. Jauhari. (2016). Hubungan partus lama dengan kejadian asfiksia neonatorum. Ilmu Keperawatan.

Aminah, F. (2009). Kejadian asfiksia neonatorum. Jakarta: Universitas Indonesia.

Hningsih. (2017). Hubungan partus lama dengan kejadian asfiksia neonatorum. Jakarta: Sagung Seto.

Fanny, F. (2015). Sectio caesarea sebagai faktor risiko kejadian asfiksia neonatorum. Jurnal Kesehatan.

Herianto, Sarumpaet, S. M., & Rasmaliah. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya asphyxia neonatorum. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Mochtar, R. (2010). Sinopsis obstetri. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Manuaba, I. B. G. (2010). Gawat darurat obstetri ginekologi dan obstetri ginekologi sosial untuk profesi bidan. Jakarta: EGC.

Mdhamayanti. (2018). Hubungan preeklamsi dengan kejadian asfiksia pada bayi neonatorum. Jurnal Ilmu Kesehatan.

Manuaba, I. B. K., Taylor, K., & Gedeon, T. (2010). Gawat darurat obstetri ginekologi dan obstetri ginekologi sosial untuk profesi bidan. Jakarta: EGC.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Prawirohardjo, S. (2009). Ilmu kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Saifuddin, A. B. (2009). Buku acuan nasional pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Vivian. (2010). Asuhan neonatus bayi dan balita. Jakarta: Salemba Medika.

Wikjosastro, H. (2010). Ilmu kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka.

WHO. (2010). Safe Motherhood: Modul eklamsi materi pendidikan kebidanan. Jakarta: EGC.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v2i6.311