PEMANFAATAN ARANG AKTIF KULIT PISANG KEPOK SEBAGAI ADSORBEN TERHADAP PENURUNAN KADAR POLUTAN AIR SUMUR GALI DENGAN SISTEM AIR MENGALIR
Abstract
Charcoal from kepok banana peel can be useful as an adsorbent material because it is proven to have the ability to adsorb metal pollutants, especially the total Fe is quite high. The purpose of this study was to determine the adsorption ability of charcoal from kepok banana peel as an adsorption medium, both through the process with activator and without activator. The relationship of contact time with the total metal concentration of Fe and the difference between the use of HCl activator solution and without activator. This research method is applied which can easily be applied in the community with easily available materials and environmentally friendly and very economical or pollutant adsorption in this case, especially in total Fe metal. The data analysis used in this study used regression correlation analysis and the activator used was 1N HCl solution. The results obtained in this adsorption process can be seen that the reduction efficiency in the contact time of 20 minutes can reduce the total Fe content by 98.64% (without activator) and which went through the activator process decreased up to 95.23%, however, the reduction efficiency through this activator still tends to remain stable compared to that without the activator reaching its saturation point very quickly even at a neutral pH atmosphere, namely pH 6.5 - 7.5. So it can be concluded that kepok banana peel charcoal without using an activator can also be used as an adsorbent and is easy to apply in the community.
ABSTRAK
Arang dari kulit pisang kapok dapat bermanfaat sebagai bahan adsorben karena terbukti mempunyai kemampuan menyerap polutan logam kususnya Fe total cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan penyerapan arang dari bahan kulit pisang kepok sebagai media adsorpsi, baik yang melalui proses tanpa aktivator dan dengan aktivator. Hubungan waktu kontak serta perubahan pH dengan konsentrasi logam Fe total dan perbedaan antara pemakaian larutan aktivator HCl dan tanpa aktivator. Metode penelitian ini adalah terapan yang dengan mudah dapat diaplikasikan di masyarakat dengan bahan yang mudah didapatkan dan ramah lingkungan serta sangatlah ekonomis. Dalam pemanfaatan limbah kulit pisang ini sebagai bahan isian kolom filter yang berfungsi sebagai bahan adsorpsi atau penyerapan polutan, dalam hal ini kususnya pada logam Fe total. Adapun analisis data yang digunakan pada penelitian ini memakai analisis korelasi regresi dan aktivator yang digunakan adalah larutan HCl 1N. Hasil yang diperoleh dalam proses adsorpsi ini dapat diketahui bahwa efisiensi penurunan dalam waktu kontak 20 menit mampu menurunkan kadar Fe total sebesar 98,64 % (tanpa activator) dan yang melalui proses aktivator mengalami penurunan hingga 95,23 %, akan tetapi efisiensi penurunan melalui aktivator ini masih cenderung tetap stabil dibandingkan dengan yang tanpa aktivator cepat sekali mencapai titik jenuhnya meskipun pada suasana pH netral yaitu pH 6,5 - 7,5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa arang kulit pisang kepok tanpa memakai aktivatorpun juga dapat digunakan sebagai adsorben dan mudah diaplikasikan di masyarakat.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alaerts, G., & Santika, S. S. (1984). Metode penelitian air. Surabaya, Indonesia: Usaha Nasional.
Asmadi, & Suharno. (2012). Dasar-dasar teknologi pengolahan air limbah. Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Atkin, P. W. (1999). Kimia fisika. Jakarta: Erlangga.
Chandra, B. (2007). Pengantar kesehatan lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Hossain, M. A., Ngo, H., Hao, W. S., Guo, & Nguyen, T. V. (2007). Removal of copper from water by adsorption onto banana peel as bioadsorbent. International Journal of GEOMATE, 2(2), 227-234.
Ircham, M. M. S. (1992). Kesehatan lingkungan: Sanitasi perkotaan dan pedesaan. Yogyakarta: Dian Nusantara.
Kementrian Pertanian. (2014). Statistik produksi holtikultura tahun 2014. Jakarta: Direktorat Jenderal Holtikultura.
Nasir, N. S. W., Nurhaeni, & Musafira. (2014). Pemanfaatan arang aktif kulit pisang kepok (Musa acuminate L) sebagai adsorben untuk menurunkan angka peroksida dan asam lemak bebas minyak goreng. Journal Akuakultur Rawa Indonesia.
PERMENKES No. 32 Tahun 2017. Tentang “Standart Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Air Untuk Keperluan Hygiene Sanitasi, Kolam Renang Solus Per Aqua dan Pemandian Umum”. Retrieved from http://hukor.kemkes.go.id
Perrich, J. R. (1982). Unit operation and process in environmental engineering. Texas: University Wadsworth, Inc., A & M Texas.
Pratiwi, I., & Dewi, Y. S. (2017). Pemanfaatan limbah kulit singkong (Manihot utilissima) dalam mempengaruhi kadar Fe dalam air. Journal, 10(1), 52-58. Universitas Satya Negara Indonesia.
Soemirat, J. (2001). Pencemaran lingkungan. Jakarta: Renika Cipta.
Suhartono, A. (2011). Studi pembuatan roti dengan subtitusi tepung pisang kepok (Musa paradisiaca for matypica). Universitas Hasanuddin, Makasar.
Tchobanoglous, G., Burton, F. L., & Stensel, H. D. (2003). Wastewater engineering: Treatment, disposal, and reuse. New York: McGraw-Hill, Inc.
Triatmojo, B. (1998). Metode numerik. Yogyakarta: Beta Offset.
PH. (n.d.). Retrieved from https://id.wikipedia.org
Pengertian Adsorpsi. (n.d.). Retrieved from https://pendidikan.co.id
Google. (n.d.). Retrieved from https://www.google.com
Google. (n.d.). Retrieved from https://www.google.com
ResearchGate. (n.d.). Retrieved from https://www.researchgate.net
DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v2i6.391
.png)



