PERAN GEREJA DALAM MENYIKAPI PERSOALAN EKOLOGI DI TAPANULI RAYA
Abstract
This research aims to analyze the ecological crisis in Tapanuli Raya and to examine the role of the church as a moral and spiritual agent in responding to environmental damage. The method used is a qualitative approach through a literature study by examining various theological, scientific, and socially relevant. The results of this research showed that the ecological crisis was caused by the excessive exploitation of natural resources, the anthropocentric paradigm, and the weakness of integrating moral and spiritual values in environmental management. The impact includes ecosystem damage, pollution, biodiversity loss, and social conflicts that are detrimental to indigenous peoples. This crisis also reflects the moral failure of man in maintaining the balance of creation and responsibility to the next generations. This research also found that the church has a strategic role in building ecological moral awareness through the teaching of creation theology and the principle of stewardship. The church functions not only as a spiritual institution but also as a prophetic power that drives mindset changes, life ethics, and concrete actions. The active involvement of the church is very important in realizing ecological justice and the sustainability of life together.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis ekologis di Tapanuli Raya serta mengkaji peran gereja sebagai agen moral dan spiritual dalam merespons kerusakan lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber teologis, ilmiah, dan sosial yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ekologis disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, paradigma antroposentris, serta lemahnya integrasi nilai moral dan spiritual dalam pengelolaan lingkungan. Dampaknya meliputi kerusakan ekosistem, pencemaran, hilangnya keanekaragaman hayati, serta konflik sosial yang merugikan masyarakat adat. Krisis ini juga mencerminkan kegagalan moral manusia dalam menjaga keseimbangan ciptaan dan tanggung jawab terhadap generasi mendatang. Penelitian ini menemukan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran moral ekologis melalui ajaran teologi penciptaan dan prinsip stewardship. Gereja tidak hanya berfungsi sebagai lembaga spiritual, tetapi juga sebagai kekuatan profetis yang mendorong perubahan pola pikir, etika hidup, dan tindakan nyata. Keterlibatan aktif gereja menjadi penting dalam mewujudkan keadilan ekologis dan keberlanjutan kehidupan bersama.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aritonang, J. S. (2022). Teologi-teologi kontemporer. BPK Gunung Mulia.
Bazen, A., Barg, F. K., & Takeshita, J. (2021). Research techniques made simple: An introduction to qualitative research. Journal of Investigative Dermatology, 141(2), 241–247.
Borrong, R. P. (2009). Etika bumi baru. BPK Gunung Mulia.
Butarbutar, T. (2018). A preliminary study: Forest and environment governance based on hydronomic zone and authority agency for Toba water catchment area and Asahan watershed, North Sumatra. Environment and Ecology Research, 6(5), 423–432. https://doi.org/10.13189/eer.2018.060503
Intergovernmental Panel on Climate Change. (2022). Impacts, adaptation, and vulnerability. Cambridge University Press. https://www.ipcc.ch/report/ar6/wg2
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.
Giawa, H. N. (2021). Gereja dan lingkungan hidup: Suatu refleksi teologis biblika terhadap konsep misi gereja menurut Markus 16:15. Jurnal Teologi Rahmat, 33–44.
Hamaduna, N. L. (2021). Peranan ekologis gereja. Aletheia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 18–35. https://doi.org/10.55851/aletheia.v2i1
Imanuddin, R., Hidayat, A., Rachmat, H. H., Turjaman, M., Pratiwi, Nurfatriani, F., & Susilowati, A. (2020). Reforestation and sustainable management of Pinus merkusii forest plantation in Indonesia: A review. Forests, 11(12), 1235. https://doi.org/10.3390/f11121235
Jambeck, J. R., Geyer, R., Wilcox, C., Siegler, T. R., Perryman, M., Andrady, A., & Law, K. L. (2015). Plastic waste inputs from land into the ocean. Science, 768–771. https://doi.org/10.1126/science.1260352
Jaya, A. (2022). Peran gereja-gereja dalam mengatasi krisis ekologis di Desa Patila. MASOKAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 93–104. https://doi.org/10.34307/misp.v2i2.51
Kessel, C. v. (2020). Teaching the climate crisis: Existential considerations. Journal of Curriculum Studies Research, 2(1), 126–145. https://doi.org/10.46303/jcsr.02.01.8
Kurniawaty, E., Langi, L. R. A., Tanggulungan, A., & Sari, Y. T. (2024). Teologi penciptaan dan tanggung jawab lingkungan: Pendekatan Kristen terhadap krisis ekologis. Humanitis: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, 1494–1505.
Li, R. Y., Li, Y. L., Crabbe, M. J., Manta, O., & Shoaib, M. (2021). The impact of sustainability awareness and moral values on environmental laws. Sustainability, 13(11). https://doi.org/10.3390/su13115882
Montang, R. D. (2023). Doktrin tentang Allah (teologi proper). CV Ruang Tentor.
Mujib, T. (2020). Competing discourses of conservation and sustainability in state-sponsored tourism development: A critical analysis of the Lake Toba case in Indonesia. The University of Waikato.
Nurlinda, I. (2016). Kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan dampaknya terhadap penegakan hukum lingkungan Indonesia. Bina Hukum Lingkungan, 1(1), 1–9.
Pichler, M. (2015). Legal dispossession: State strategies and selectivities in the expansion of Indonesian palm oil and agrofuel production. Development and Change, 46, 508–533. https://doi.org/10.1111/dech.12162
Rachman, N. F., & Masalam, H. (2017). The trajectory of indigeneity politics against land dispossession in Indonesia. Sriwijaya Law Review, 98–113.
Reno, R. (2024). Spiritualitas ekologis dalam agama-agama di Indonesia dan kaitannya dengan universitas Atma Jaya Yogyakarta sebagai salah satu “universitas Laudato Si”. Journal Syntax Idea, 1822–1835. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v6i4.3179
Riska. (2024). Ekoteologi Kristen: Teologi penciptaan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Humanitis: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, 1061–1073.
Sakimoto, L. D. (2018). Understanding the science of climate change. In Theology and ecology across the disciplines: On care for our common home. T&T Clark.
Saragih, R. A., Sembiring, R., Suhaidi, & Andriati, S. L. (2023). Analisis hukum penguasaan dan pengelolaan hutan adat oleh masyarakat adat (Studi hutan adat Tombak Haminjon Desa Pandumaan dan Desa Sipituhuta Kabupaten Humbang Hasundutan). Locus: Journal of Academic Literature Review, 2(3), 243–260.
Tobing, F. (2022). Sengketa tanah antara masyarakat adat Batak dengan PT Toba Pulp Lestari dan pelanggaran perbuatan yang mencederai aturan kehutanan di wilayah Sumatera Utara. Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 77–81.
Tosam, M. J. (2019). African environmental ethics and sustainable development. Open Journal of Philosophy, 9, 172–192. https://doi.org/10.4236/ojpp.2019.92012
Utomo, B. S. (2020). Tafsir Kejadian 2:15 sebagai konstruksi memahami pelayanan dan tanggung jawab orang percaya terhadap lingkungan. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 230–245. https://doi.org/10.34307/b.v3i2.177
Washington, H., Taylor, B., Kopnina, H., Cryer, P., & Piccolo, J. J. (2017). Why ecocentrism is the key pathway to sustainability. The Ecological Citizen, 1, 35–41.
White, L. (1967). The historical roots of our ecological crisis. Science, 155(3767), 1205.
Wuwung, O. C., Polak, N. E., & Iriana, M. (2023). Pendidikan Kristiani dan spiritualitas merawat ciptaan: Sebuah pendekatan dalam membangun sikap peduli satwa langka. KURIOS, 9(3), 764–772. https://doi.org/10.30995/kur.v9i2.703
Yanni, F., & Siregar, D. (2020). Aspek hukum penyederhanaan perizinan badan usaha di bidang lingkungan hidup dalam undang-undang cipta kerja. Jurnal Ilmiah Penegakan Hukum, 7(2), 185.
Yuono, Y. R. (2019). Melawan etika lingkungan antroposentris melalui interpretasi teologi penciptaan sebagai landasan bagi pengelolaan-pelestarian lingkungan. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika, 186–206. https://doi.org/10.34081/fidei.v2i1.40
DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i5.2786
.png)



