Paradoks Standardisasi Akademik dalam Pendidikan Vokasi: Analisis Kritis Kebijakan TKA Melalui Studi Dokumen Permendikdasmen No. 9/2025
Abstract
This article examines the paradox of academic standardization in vocational education through a critical analysis of Permendikdasmen No. 9/2025 on the Academic Ability Test (TKA) for vocational high school (SMK) students. The policy positions cognitive ability as the primary instrument for selection and evaluation, whereas vocational education philosophically emphasizes practical competence, technical skills, and industry-based work experience. This study employs a qualitative approach using document analysis, regulatory review, and comparative literature on vocational education, authentic assessment, and washback effect theory. The findings indicate a misalignment between the characteristics of the TKA and the needs of the SMK ecosystem. Emphasis on cognitive testing may shift learning orientation, marginalize vocational competencies, and generate negative washback on teaching strategies and learning processes. The uniform application of TKA also risks narrowing the goals of vocational education, which should ideally respond to labor market demands. The study concludes that academic standardization must be formulated more contextually by positioning competency-based assessment as the primary instrument and the TKA as a proportional complement. A policy reorientation is required to ensure that vocational education remains relevant, adaptive, and capable of producing graduates who meet industry needs.
ABSTRAK
Artikel ini mengkaji paradoks standardisasi akademik dalam pendidikan vokasi melalui analisis kritis terhadap Permendikdasmen No. 9/2025 tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa SMK. Kebijakan tersebut menempatkan kemampuan kognitif sebagai instrumen seleksi dan evaluasi utama, sementara pendidikan vokasi secara filosofis menekankan kompetensi praktik, keterampilan teknis, dan pengalaman kerja berbasis industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen, kajian regulasi, dan komparasi literatur terkait pendidikan vokasi, asesmen autentik, dan teori washback effect. Temuan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara karakteristik TKA dan kebutuhan ekosistem SMK, di mana penekanan pada tes kognitif berpotensi menggeser orientasi pembelajaran, meminggirkan kompetensi vokasional, serta memunculkan dampak balik negatif terhadap strategi pengajaran dan proses belajar. Penerapan TKA secara seragam juga menimbulkan risiko penyempitan tujuan pendidikan vokasi yang idealnya responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa standardisasi akademik harus dirumuskan secara lebih kontekstual, dengan menempatkan asesmen berbasis kompetensi sebagai instrumen utama dan TKA sebagai pelengkap yang proporsional. Reorientasi kebijakan diperlukan agar pendidikan vokasi tetap relevan, adaptif, dan mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan industri. Penelitian ini perspektif baru dalam merumuskan asesmen vokasional berbasis kompetensi.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Alderson, J. C., & Wall, D. (2020). Assessment: The washback effect. Language Testing. (Sebagaimana dikutip dalam Suryanto, 2024).
Arif, M. Z., Kurniawan, W. D., & Widhiarta, B. A. P. (2025). Manajemen pengembangan karir terhadap employability siswa SMK: Tinjauan sistematis. Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan (JDMP), 9(1), 104–113.
Astuti, V. R., Dami, S., & Dacholfany, M. I. (2023). Implementasi konsep link and match 8+i pada program SMK pusat keunggulan di SMK jurusan pemasaran. POACE: Jurnal Program Studi Administrasi Pendidikan, 5(1), 57–65.
Creswell, J. W. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (Edisi terjemahan). SAGE.
DPR RI. (2020). Sekolah menengah kejuruan dan tantangan revitalisasi. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI.
Dunn, W. N. (2018). Public policy analysis: An introduction. Routledge.
Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1989). Fourth generation evaluation. SAGE Publications.
Gulikers, J. T., Bastiaens, T. J., & Kirschner, P. A. (2020). Authentic assessment, student motivation and learning strategies: A review of empirical literature. Journal of Educational Research, 113(4), 295–310. (Sebagaimana dikutip dalam Peneliti JIPMAT, 2022).
GuruInovatif.id. (2025). Permendikdasmen No. 9 Tahun 2025: TKA jadi standar baru seleksi akademik di Indonesia. Diakses dari https://guruinovatif.id
Hakim, M. A. R., & Saputra, A. (2020). Efek washback ujian nasional subyek bahasa Inggris pada tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Indonesia. Tadbir: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan, 4(1), 39–48.
Isnaeni, N., Apriliani, D., & Habibi, B. (2024). Evaluasi program literasi sekolah menggunakan model context input process dan product (CIPP). Journal of Education Research, 5(3), 3245–3252.
Jurnal Pendidikan Vokasi. (2024). Evaluation of teaching factory using CIPP (context, input, process, product) model to improve vocational high school students' skills. Jurnal Pendidikan Vokasi, 14(1), 12–28.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik. Jakarta: Kemendikdasmen.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2023 tentang Uji Kesetaraan. Jakarta: Kemendikbudristek.
Lestari, E., & Fadhilah, N. (2021). Pengembangan portofolio pada pembelajaran matematika di SMK. Jurnal Pendidikan Matematika dan Vokasi, 7(1), 33–40.
Muslim, A. (2022). Landasan filsafat idealisme dan implementasi kurikulum merdeka belajar. JETISH: Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health, 1(1), 34–40.
Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif. Bandung: CV Harfa Creative.
Ningsih, D. (2021). Implementasi asesmen autentik dalam pembelajaran kejuruan. Jurnal Pendidikan Vokasi, 11(2), 143–152.
Oroh, R. R. (2024). Relevansi pendidikan kejuruan: Suatu analisis keterampilan siswa dan kebutuhan industri jasa konstruksi. Tahta Media.
Sipri Peren. (2023). Analisis Permendikbudristek Nomor 31 Tahun 2023 tentang uji kesetaraan. Depoedu.com.
Sufyan Suri, & Hariyati, N. (2024). CIPP evaluation model in the educational evaluation: A literature study. Jurnal Pendidikan, 15(2), 201–215.
Agustian, D., et al. (2024). Tantangan pendidikan vokasional dalam meningkatkan penyerapan lulusan SMK di dunia industri. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 7(3), 1373–1382.
Hidayati, A., et al. (2021). Kesesuaian kompetensi lulusan SMK dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. EKU: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 6(2), 89–98.
Mulyadi, et al. (2024). Evaluative study of the implementation of the independent curriculum in physical education elementary school level using the CIPP model. Qalamuna, 16(2), 1017–1030.
Masamah, L., et al. (2025). Eksplorasi asesmen autentik dalam pembelajaran matematika di SMK. Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika (JIPMAT), 10(1), 45–58.
Prasetyo. (2020). The evaluation of online school examination implementation using CIPP model. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 24(2), 136–145.
PUSMENDIK. (2025). Jadwal pelaksanaan tes kemampuan akademik jenjang sekolah menengah kejuruan tahun 2025. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Shofiyani, A., & Salomo, R. V. (2023). Evaluasi pelaksanaan program pelatihan fresh graduate academy (FGA) digital talent scholarship (DTS) menggunakan model CIPP. Jurnal Manajerial dan Pembangunan (JMPIS), 6(3), 412–423.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukyadi, D., & Mardiani, R. (2011). The washback effect of the English national examination (ENE) on English teachers’ classroom teaching and students’ learning. K@ta, 13(1), 77–94.
Suparyati, A., & Habsya, C. (2024). Kompetensi lulusan pendidikan vokasi untuk bersaing di pasar global. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(2), 1921–1927.
Suryanto, J. (2024). The washback effect of an English progress test on EFL students’ learning: A qualitative descriptive study. CELTIC: A Journal of Culture, English Language Teaching, Literature and Linguistics, 12(1), 55–70.
Susilo, G., & Nur’aini, T. A. (2018). Pengaruh tes potensi akademik siswa terhadap prestasi belajar matematika. JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika), 4(1), 21–30.
Tempo.co. (2025, November). Ujian TKA menuai protes, muncul petisi dan pos pengaduan di 3 provinsi. Diakses dari https://tempo.co
Thomson, F. J. (1973). Foundation of vocational education: Social and philosophical concept. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Ubihatun, R., Aliyya, A. I., Wira, F., Ardhelia, V. I., & Radianto, D. O. (2024). Tantangan dan prospek pendidikan vokasi di era digital: Tinjauan literatur. Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media dan Desain, 1(3), 1–11.
Utomo, W. (2021). Paradigma pendidikan vokasi: Tantangan, harapan dan kenyataan. AJMAEE, 5(1), 66–78.
Wen, X., & Chano, J. (2024). A critical review on washback effect in education and its influence on curriculum design. Forum for Linguistic Studies, 7(1), 287–297.
Widyaningrum, A. (2024). Komunikasi publik pemerintahan dalam penyusunan dan implementasi peta jalan revitalisasi SMK. Jurnal Komunikasi, 18(2), 134–148.
Zahara, Y. (2022). Tes potensi akademik di era revolusi 4.0. Jurnal Vokasi, 6(1), 45–53.
DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i6.2320
.png)



