INTEGRASI RELATIONSHIP MARKETING DAN NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMPERTAHANKAN PUBLIC TRUST DI PESANTREN
Abstract
This study analyzes PP. Al-Amien Prenduan's strategy in maintaining public trust through the integration of relationship marketing and Islamic educational values. The approach used is a qualitative case study through observation, interviews, and documentation with open coding, axial coding, selective coding, and triangulation analysis. The results of the study show that the value of trustworthiness is the basis for managing institutional relationships through transparency in digital-based academic and financial systems, routine information delivery, and explanations of the education system from the time of registration. Educational integrity is evident in curriculum evaluation, teacher training, and learning arrangements. Social contributions are seen in da'wah programs, graduate service, zakat services, and pesantren economic units. Communication patterns run through formal channels such as IKBAL, Hiwari, da'wah safaris, as well as informal communication through visits by santri guardians and alumni networks. Problem solving follows the value of islah with tabayyun, functional cooperation, tiered decision-making, evaluation, and strengthening of social cohesion. The novelty of this research lies in the model of integrating Islamic values and relationship marketing, which produces a pattern of public trust management based on values as the basis for developing educational marketing practices in Islamic boarding schools.
ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis strategi PP. Al-Amien Prenduan dalam menjaga kepercayaan publik melalui integrasi relationship marketing dan nilai pendidikan Islam. Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis open coding, axial coding, selective coding, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai amanah menjadi dasar pengelolaan hubungan lembaga melalui transparansi sistem akademik dan keuangan berbasis digital, penyampaian informasi rutin, serta penjelasan sistem pendidikan sejak pendaftaran. Integritas pendidikan tampak dari evaluasi kurikulum, pelatihan guru, dan pengaturan pembelajaran. Kontribusi sosial terlihat dari program dakwah, pengabdian lulusan, layanan zakat, dan unit ekonomi pesantren. Pola komunikasi berjalan melalui saluran formal seperti IKBAL, Hiwari, safari dakwah, serta komunikasi informal melalui kunjungan wali santri dan jaringan alumni. Penyelesaian masalah mengikuti nilai islah dengan tabayyun, kerja sama fungsionaris, keputusan berjenjang, evaluasi, dan penguatan kohesi sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada model integrasi nilai Islam dan relationship marketing yang menghasilkan pola pengelolaan kepercayaan publik berbasis nilai sebagai dasar pengembangan praktik pemasaran pendidikan di pesantren.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adham, T. K. I. (2023). Conflict resolution in team: Analyzing the of conflicts and best skills for resolution. Scholars Journal of Engineering and Technology, 11(8), 152–162. https://doi.org/10.36347/sjet.2023.v11i08.001
Arkarizki, D., Irawati, R. I., & Sukarno, D. (2023). Transparansi organisasi dalam pengelolaan informasi publik pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. JANE – Jurnal Administrasi Negara, 14(2), 594–602. https://doi.org/10.24198/jane.v14i2.45111
Berry, L. L., Shostack, G. L., & Upah, G. D. (1983). Emerging perspectives on services marketing. American Marketing Association.
Dudija, N. (2015). Cooperative vs competitive: Filosofi keseimbangan “Yin-Yang” dalam hubungan interdependency. Buletin Psikologi, 23(2), 65–75. https://doi.org/10.22146/bpsi.10563
Gronroos, C. (1994). From marketing mix to relationship marketing: Towards a paradigm shift in marketing. Asia-Australia Marketing Journal, 2(1), 9–29. https://doi.org/10.1016/S1320-1646(94)70275-6
Hamzah, M., Surahman, F., Abdurahman, A., Saputri, E., & Basyarahil, A. (2024). Transparansi anggaran publik sebagai kunci peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Assyarikah: Journal of Islamic Economic Business, 5(2), 199–210. https://doi.org/10.28944/assyarikah.v5i2.1891
Maduratna, E. S., Gunarso, S., Aladin, Y. A., & Fathiyah. (2024). Ilmu komunikasi (Panduan praktis sukses berkomunikasi di era digital). Sonpedia.
Mayer, R. C., Davis, J. H., & Schoorman, F. D. (1995). An integrative model of organizational trust. Academy of Management Review, 20(3), 709–734. https://doi.org/10.2307/258792
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Morgan, R. M., & Hunt, S. D. (1994). The commitment-trust theory of relationship marketing. Journal of Marketing, 58(3), 20–38. https://doi.org/10.1177/002224299405800302
Nisa, L. A. Z. (2024). Manajemen komunikasi pada pondok pesantren. Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 2(3), 372–379. https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v2i3.1297
Pramungkas, P. R. (2020). Peran humas pembentuk opini publik dalam upaya pencitraan lembaga pendidikan. Kelola: Journal of Islamic Education Management, 5(1), 1–14. https://doi.org/10.24256/kelola.v5i1.1411
Pratiwi, M. A. (2021). Perkembangan teori konflik organisasi. Manajerial dan Bisnis Tanjungpinang, 4(1), 51–65. https://doi.org/10.52624/manajerial.v4i1.2209
Putra, F. Y. A., & Iskandar, D. (2023). Strategi komunikasi pemasaran PT. JX di media sosial. Jurnal Riset Public Relations, 3(2), 1–12. https://doi.org/10.29313/jrpr.v3i2.3128
Rahayu, P., & Trisnawati, N. (2022). Strategi humas di SMK IPIEMS Surabaya dalam meningkatkan citra dan kepercayaan publik pada masa pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 10(2), 124–139. https://doi.org/10.26740/jpap.v10n2.p124-139
Robbaniyah, Q., & Lina, R. (2023). Pondok pesantren dalam menghadapi perubahan zaman. J-Alif: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam, 8(1), 93–102. https://doi.org/10.35329/jalif.v8i1.3825
Santoso, R. P., Irawati, W., & Laili, C. N. (2024). Literature review: Implementasi strategi relationship marketing dalam meningkatkan kinerja manajemen pemasaran. BIMA: Journal of Business and Innovation Management, 6(3), 409–416. https://doi.org/10.33752/bima.v6i3.6739
Siswanto, H., & Muhammad, A. D. (2024). The role of Islamic boarding schools as educational institutions for forming the character of students. Anjasmoro: Islamic Interdisciplinary Journal, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.69965/anjasmoro.v2i1.75
Syarbini, H. A. (2011). Keajaiban shalat, sedekah dan silaturahmi. Elex Media Komputindo.
Ulfiyah, M., Saripah, S., & Syarifudin, E. (2023). Komunikasi formal dan informal dalam jaringan komunikasi. Journal on Education, 6(1), 6619–6628. https://doi.org/10.31004/joe.v6i1.3894
DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i6.2318
.png)



