IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK REMAJA ERA SOCIETY 5.0

Murni Murni - UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Abstract


The concept of Society 5.0 enables humans to utilize technology-based knowledge to provide services for humans. The goal of Society 5.0 is to create a society that enjoys life and feels comfortable. The industrial revolution has brought changes to all areas of life, including education, the economy, the world of work, and human lifestyles, which have certainly had a profound impact on human civilization in this era. The existence of Society 5.0 has both positive and negative impacts on the moral development of Indonesian teenagers in particular. The positive impact of Society 5.0 on teenagers is that it gives them the opportunity to express themselves through the works they create. Many cases of teenagers today have declining moral values, caused by the influence of advanced technology. Among the moral phenomena observed among teenagers in the era of Society 5.0 are neglecting the obligations of prayer and study, a lack of manners, bullying, promiscuity, screen aggression, and sextortion, as discussed in the previous chapter. And this certainly does not happen by itself; there are many factors that cause it, including the low level of family education, particularly in terms of religious knowledge, smartphone addiction, and the misuse of the internet and social media. However, what is important here is the role of parents in educating their children about the use of today's sophisticated technology and instilling good moral values in them to avoid harmful and unproductive behaviors.

ABSTRAK

Konsep Society 5.0 membuka jalan bagi manusia untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan berbasis teknologi, sekaligus menyuguhkan layanan yang mempermudah kehidupan sehari-hari. Visi dari Society 5.0 adalah menciptakan komunitas yang mampu menikmati hidup secara maksimal dan merasakan kenyamanan yang menyeluruh. Revolusi industri telah memicu transformasi di berbagai aspek kehidupan mulai dari pendidikan, ekonomi, dunia kerja, hingga pola hidup manusia yang berimbas signifikan pada peradaban manusia di era modern ini. Kehadiran Society 5.0 membawa dampak ganda bagi perkembangan moral di kalangan remaja Indonesia. Dampak positifnya terlihat dari kesempatan yang diberikan kepada remaja untuk menyalurkan ekspresi diri melalui karya-karya kreatif mereka secara optimal. Namun, banyak fenomena negatif juga muncul: penurunan akhlak akibat pengaruh teknologi canggih, seperti mengabaikan kewajiban shalat dan belajar, berkurangnya tata krama, perilaku bullying, pergaulan bebas, hingga munculnya agresi digital yang dikenal sebagai screen-aggression. Sextortion (sekstorsi), sebagaimana telah dijelaskan di bab sebelumnya, tidak muncul secara tiba-tiba. Banyak faktor yang melatarbelakangi, antara lain rendahnya tingkat pendidikan keluarga khususnya dalam ilmu agama, ketergantungan pada smartphone, serta penyalahgunaan internet dan media sosial. Yang menjadi poin krusial adalah peran orang tua dalam memberikan pendidikan mengenai pemanfaatan teknologi yang begitu canggih, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak yang mulia kepada anak, agar mereka terhindar dari perilaku negatif dan dapat meraih manfaat yang baik


Keywords


Pendidikan Akhlak, Era Society 5.0 / Moral Education, Society 5.0 Era

Full Text:

PDF

References


Abdul Halim. (2002). Al-Qur’an membangun tradisi kesalehan hakiki. Jakarta: Ciputat Press.

Abdurrahman Al-Aisawi. (1987). Sikulujiyyatul murahiq al-muslim al-mu’ashir. Kuwait: Darul Watsaiq.

Ariyanto, A., dkk. (2021). Membangun SDM tangguh di tengah gelombang. Sumatra Barat: Insan Cendekia.

Asy-Syantut, K. A. (2019). Mendidik anak laki-laki: Bagaimana menyiapkan generasi Islam yang unggul. Solo: Aqwam.

Fajrin, R. (2019). Urgensi telaah sejarah peradaban Islam memasuki era revolusi industri 4.0. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(2).

Fauzian, R. (2020). Pengantar psikologi perkembangan. Sukabumi: CV Jejak.

Fatimah, S., dkk. (2018). Konsep pendidikan remaja Muslim menurut Abdullah Nashih Ulwan (Studi Kitab: Tarbiyah al-aulad fi al-Islam). Edu Religia, 2(1).

Gade, S. (2019). Membumikan pendidikan akhlak mulia anak usia dini. Banda Aceh: PT Naskah Aceh Nusantara.

Gainau, M. B. (2021). Perkembangan remaja dan problematikanya. Yogyakarta: PT Kanisius.

Habibi, A. (2023). Krisis moral remaja Indonesia bukti perlunya pendidikan karakter dan moral. Diakses 17 September 2023, dari

https://www.indonesiana.id/read/161188/krisis-moral-remaja-indonesia-bukti-perlunya-pendidikan-karakter-dan-moral

Haddar, G. A., dkk. (2023). The revolution of Islamic education thought in the era of Society 5.0: Corrections and analysis of studies in Islamic higher education institutions in South Kalimantan. International Journal of Teaching and Learning, 1(4).

Hurlock, E. B. (1997). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Istiwidayanti & Soedjarwo, Penerjemah). Jakarta: Erlangga.

Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta: Kencana.

Jannah, M. (2016). Remaja dan tugas-tugas perkembangannya dalam Islam. Jurnal Psikoislamedia, 2(1). Diakses dari

https://jurnal.arraniry.ac.id/index.php/Psikoislam/article/view/1493/1091

Kementerian Agama Republik Indonesia. (n.d.). Al-Qur’an dan terjemahan. Surakarta: Ziyad Quran.

Marwoko, G. (2014). Psikologi perkembangan masa remaja. Gresik: STAI Ihyaul Ulum Gresik.

Marzuki. (2009). Prinsip dasar akhlak mulia: Pengantar studi konsep-konsep dasar etika dalam Islam. Yogyakarta: Debut Wahana Press.

Muh. Arif, & Munirah. (2013). Ilmu pendidikan Islam. Gorontalo: Sultan Amai Press.

Neolaka, A., & Amalia, G. (2017). Landasan pendidikan: Pengenalan diri sendiri menuju perubahan hidup. Depok: Kencana.

Putro, K. Z. (2017). Memahami ciri dan tugas perkembangan masa remaja. Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17(1). Diakses dari

https://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/aplikasia/article/view/201703

Rafiqo, H., & I., R. E. (2021). Guru milenial dan tantangan Society 5.0. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Rosyda, N. F. (2023). Perjalanan revolusi industri 1.0 hingga 5.0. Diakses 5 September 2023, dari

https://www.gramedia.com/best-seller/perjalanan-revolusi-industri-1-0-hingga-5-0/

Santoso, S. A., & Maksin. (2019). Studi Islam era Society 5.0. Sumatra Barat: Insan Cendekia.

Sarwono, S. W. (2002). Psikologi remaja. Jakarta: PT Remaja Grafindo Persada.

Suhayib. (2016). Studi akhlak. Yogyakarta: Kalimedia.

Syafril, & Zen, Z. (2017). Dasar-dasar ilmu pendidikan. Jakarta: Kencana.

Tim Redaksi. (2022). Tawuran dan kekerasan remaja sudah jadi isu kesehatan masyarakat dunia. VOI.ID. Diakses dari https://voi.id/

Umro, J. (2021). Inovasi pembelajaran pendidikan agama Islam di era Society 5.0. Jurnal Al-Makrifat, 6(2).

Unayah, N., & Sabarisman, M. (2016). Fenomena kenakalan remaja dan kriminalitas. Sosio Informa, 1(2). https://doi.org/10.33007/inf.v1i2.142

Yunahar Ilyas. (2011). Kuliah akhlaq. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI).




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i6.2249