Perspektif Guru Terhadap Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learing) Di Tk Se- Kecamatan Medan Tuntungan

Viyona Sitorus - Universitas Negeri Medan
Artha Diputera - Universitas Negeri Medan

Abstract


This study focuses on examining teachers' views on the implementation of deep learning approaches in kindergartens in the Medan Tuntungan District. The deep learning approach is based on three main components, namely mindful learning, meaningful learning, and joyful learning, which emphasize a learning process that is conscious, meaningful, and enjoyable for children. The research was conducted using a quantitative descriptive design through a survey method. All kindergarten teachers in the research area were involved as respondents, resulting in a sample size of 65 people using total sampling technique. Data collection was carried out using a Likert scale questionnaire, then analyzed using percentage techniques. The results of the analysis showed that the level of teacher readiness for the application of deep learning was in the very high category. Of all respondents, 33 teachers (51%) were in the very ready category, while 32 teachers (49%) were in the ready category, with no respondents classified as not ready. These findings indicate that all teachers have adequate understanding and readiness to implement the deep learning approach in early childhood education. Thus, this study provides an overview that kindergarten teachers in Medan Tuntungan District are ready to support government policies related to the implementation of deep learning in kindergarten education units.

ABSTRAK

Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji pandangan guru mengenai pelaksanaan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) pada Taman Kanak-Kanak di wilayah Kecamatan Medan Tuntungan. Pendekatan deep learning bertumpu pada tiga komponen utama, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, yang menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, serta menyenangkan bagi anak. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan deskriptif kuantitatif melalui metode survei. Seluruh guru TK di wilayah penelitian dilibatkan sebagai responden, sehingga jumlah sampel mencapai 65 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket berskala Likert, kemudian dianalisis melalui teknik persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kesiapan guru terhadap penerapan pembelajaran mendalam berada pada kategori sangat tinggi. Dari keseluruhan responden, sebanyak 33 guru (51%) termasuk dalam kategori sangat siap, sedangkan 32 guru (49%) berada pada kategori siap, tanpa adanya responden yang tergolong tidak siap. Temuan ini mengindikasikan bahwa seluruh guru telah memiliki pemahaman serta kesiapan yang memadai dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning pada pendidikan anak usia dini. Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran bahwa guru TK di Kecamatan Medan Tuntungan telah siap mendukung kebijakan pemerintah terkait penerapan pembelajaran mendalam (Deep Learning) di satuan pendidikan Taman Kanak-Kanak.


Keywords


Teachers’ Perspective, Deep learning, Teacher Readiness / Perspektif guru, Pembelajaran mendalam, Kesiapan Guru

Full Text:

PDF

References


Adila, A., Hasanah, F. N., Chonitsa, A., Islam, P. A., Kh, U., & Wahid, A. (2023). Perspektif sosiologi pendidikan: Student center learning untuk menciptakan kesadaran kritis siswa SMA. Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha, 5, 1–10.

Ali, M., & Asrori, M. (2018). Psikologi remaja: Perkembangan peserta didik (Cet. ke-13). Jakarta: Bumi Aksara.

Al-Jannah, S., & Aly, H. N. (2023). Kurikulum sebagai pilar pengembangan individual siswa SMA: Pendekatan holistik untuk masa depan yang berkilau. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(4), 540–548. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i4.18069

Amelia, L. (2023). Pemanfaatan strategi joyful learning dalam pembelajaran bahasa Inggris. Jurnal Pendidikan dan Pemikiran, 18(2), 1060–1069.

Brown, C., White, R., & Kelly, A. (2021). Teachers as educational change agents: What do we currently know? Findings from a systematic review. Emerald Open Research, 3, 26. https://doi.org/10.35241/emeraldopenres.14385.1

Dini, J. U., & Anggraini, E. S. (2023). Peningkatan kompetensi keprofesionalan guru PAUD. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 45–52.

Dwijantie, J. S. (2025). Pendekatan deep learning dalam pembelajaran PAUD. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(3), 1238–1246. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i3.1666

Fadlillah, M., Filasofa, L., Wantini, Akbar, E., & Fauziyah, S. (2024). Edutainment pendidikan anak usia dini: Menciptakan pembelajaran menarik, kreatif, dan menyenangkan (Ed. ke-4). Jakarta: Kencana.

Gayatri, N. K. P., Suniasih, N. W., & Sujana, I. W. (2023). Pendekatan mindfulness berbantuan media animasi berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS di kelas V sekolah dasar. Indonesian Journal of Instruction, 4(2), 105–111. https://doi.org/10.23887/iji.v4i2.57738

Haditia, M., Sinaga, M. N. A., Soepriyanto, Y., Purnomo, P., & Ma’ruf, R. A. (2024). Perbandingan efektivitas metode pembelajaran tradisional dan digital dalam peningkatan kompetensi mengaji. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(7), 6447–6453. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i7.5198

Handayani, E. S. D., Ginting, E., & Ramadhani, R. (2021). Pelatihan Kurikulum 2013 terhadap guru PAUD. Jurnal Usia Dini, 7(1), 12–19.

Komalasari, E., & Hasan, N. (2021). Analisis budaya literasi terhadap prestasi belajar siswa kelas III sekolah dasar. Pensa: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 3(3), 211–220.

Kompas, K. C. (2024, November 10). Apa itu deep learning yang disebut gantikan Kurikulum Merdeka Belajar? Diakses dari https://www.kompas.com

Mahardika, Y., & Jaya, C. A. (2025). Persepsi guru terhadap implementasi deep learning sebagai pembelajaran berbasis pemahaman konseptual di sekolah dasar. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(3), 1123–1139. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i3.1748

Mutiara, S. (2021). Perspektif guru terhadap pembelajaran matematika anak usia dini. Educhild: Majalah Ilmiah Pendidikan, 5(1), 18–25.

Nur, A. (2019). Analisis kompensasi lingkungan kerja dan pengalaman kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Repository Universitas Pasundan. http://repository.unpas.ac.id/11461/

Paramita, R. W. D. (2021). Metode penelitian kuantitatif: Buku ajar perkuliahan metodologi penelitian. Lumajang: Widya Gama Press.

Putri, R., Ardhiansyah, S. S., Kurnia, H., Sari, M. I., Fierna, M., & Putri, J. L. (2022). Penerapan deep learning dalam pendidikan di Indonesia (Vol. 2). Jakarta: Penerbit Nasional.

Ramayulis, H. (2015). Dasar-dasar kependidikan: Suatu pengantar ilmu pendidikan (Ed. ke-1). Jakarta: Kalam Mulia.

Reber, A., & Reber, E. (2010). The Penguin dictionary of psychology. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soewarlan, S. (2015). Membangun perspektif: Catatan metode penelitian seni. Bandung: Isi Press.

Sopian, A. (2022). Tugas, peran, dan fungsi guru dalam pendidikan. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 155–164.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulistiani, I., & Nugraheni, N. (2023). Makna guru sebagai peranan penting dalam dunia pendidikan. Jurnal Citra Pendidikan, 3(4), 1261–1268. https://doi.org/10.38048/jcp.v3i4.2222

Wijaya, A. A., Haryati, T., & Wuryandini, E. (2025). Implementasi pendekatan deep learning dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Indonesian Research Journal on Education, 5, 1–15.

Yus, A., & Widya, S. W. (2020). Pembelajaran di pendidikan anak usia dini (Ed. ke-2). Jakarta: Kencana.




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i6.2248