Peran Guru dalam Pembinaan Kecerdasan Spiritual Siswa: Studi Kualitatif di MI Nurul Ummah Kotagede
Abstract
The role of teachers in fostering spiritual intelligence is very necessary to be associated with education or the process of teaching and learning activities, because it can be one way out of the problems faced in today's modern era, given the moral decadence of students, such as lack of concern for fellow friends, to low devotion to God. This study aims to describe the role of MI Nurul Ummah fifth grade teachers in fostering students' spiritual intelligence. The research method used a descriptive qualitative approach with interview techniques to class teachers and principals. The results showed that the teacher's role includes program planning, managing spiritual activities, and providing motivation through habituation activities such as reading Asmaul Husna, praying dhuha, reciting the Qur’an, to calligraphy and hadroh extracurricular activities. The conclusion shows that the role of teachers is very important in internalizing spiritual values through routine activities at school.
ABSTRAK
Peran guru dalam membina kecerdasan spiritual sangat diperlukan untuk dikaitkan dengan pendidikan atau proses kegiatan belajar mengajar, karena dapat menjadi salah satu jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi pada era modern saat ini, mengingat adanya dekadensi moral peserta didik, seperti kurangnya kepedulian terhadap sesama teman, hingga rendahnya ketaqwaan kepada Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas V MI Nurul Ummah dalam membina kecerdasan spiritual siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara kepada guru kelas dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan peran guru mencakup perencanaan program, pengelolaan kegiatan spiritual, serta pemberian motivasi melalui pembiasaan kegiatan seperti membaca Asmaul Husna, sholat dhuha, mengaji, hingga ekstrakurikuler kaligrafi dan hadroh. Kesimpulan menunjukkan peran guru sangat penting dalam menginternalisasi nilai-nilai spiritual melalui kegiatan rutin di sekolah.Keywords
Full Text:
PDFReferences
Agustian, A. G. (2001). ESQ power. Jakarta: Arga Wijaya Persada.
Anak, E. (2020). Wisata sekolah. Retrieved from https://wisatasekolah.com
Armstrong, T. (2013). Kecerdasan multipel di dalam kelas. Jakarta: Permata Puri Media.
Asnawi, A., Rakhmat, C., & Sidik, G. S. (2023). Peran guru dalam menemukan dan mengembangkan potensi kecerdasan peserta didik di sekolah dasar. Jurnal EDUCATIO, 9(2).
Baharuddin, & Zakaria, R. (2018). Pengaruh kecerdasan spiritual terhadap peningkatan kinerja guru di SMAN 3 Takalar Kabupaten Takalar. Jurnal Idaarah, 2(1).
Buzan, T. (2013). The power of spiritual intelligence: 10 cara jadi orang cerdas secara spiritual. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Firdaus, A., Wispandono, M., & Buyung, H. (2019). Pengaruh kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual terhadap kinerja pegawai (studi kantor kecamatan Kabupaten Bangkalan). Eco-Entrepreneurship, 5(1), 17–32.
Ginanjar, A. (2018). ESQ. Jakarta: Arga.
Gunawan, A. W. (2004). Genius learning strategi. Jakarta: Gramedia.
Habeahan, S. (2020, Maret 28). Pendidikan agama dan kecerdasan spiritual. Retrieved from http://scholae.co
Kirom, A. (2017). Peran guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran berbasis multikultural. Jurnal Al Murabbi, 3(1).
Lufiana. (2015). Pengembangan kecerdasan spiritual siswa di SD Islam Tompokersan Lumajang. Psymphatic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(1), 63–78.
Mahayana. (2020, April 14). Kecerdasan spiritual. Retrieved from https://www.planetmatematika.blogspot.com
Minsih, & Galih, A. (2018). Peran guru dalam pengelolaan kelas. Profesi Pendidikan Dasar, 5(1).
Mujid, A., & Mudzakir, Y. (2002). Nuansa-nuansa psikologi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Nggermanto, A. (2005). Quantum quotient: Kecerdasan quantum cara praktis melejitkan EQ dan AQ yang harmonis. Bandung: Nuansa.
Novlan, Y., & Faqih, N. (2016). QLA-T. Surabaya: PT Java Pustaka Media Utama.
Rakhmat, J. (2007). SQ for kids: Mengembangkan kecerdasan spiritual sejak dini. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Rasnah. (2022). Guru Akidah Akhlak dalam mengembangkan kecerdasan spiritual peserta didik di MAN Pinrang (Skripsi).
Relawan, S. (2024, Februari 20). Kasus bullying di sekolah meningkat: KPAI sebut ada 2.355 kasus pelanggaran perlindungan anak selama 2023. Retrieved from https://sekolahrelawan.org/
Sagala, P. V., Wibawanta, B., & Appulembang, O. D. (2018). Hubungan antara kecerdasan spiritual dengan hasil belajar kognitif siswa kelas VIII SMPK Kalam Kudus Yogyakarta pada pembelajaran matematika. JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education, 2(1), 22–33.
Sagala, S. (2005). Konsep dan makna pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Sukidi. (2004). Rahasia sukses hidup bahagia: Mengapa SQ lebih penting dari pada IQ dan EQ. Jakarta: Gramedia.
Sukmadinata, N. S. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Utami, L. H. (2015). Pengembangan kecerdasan spiritual siswa di SD Islam Tompokerson Lumajang. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(1), 63–78.
Wisnubrata. (2020, April 13). Pentingnya kecerdasan spiritual untuk hidup lebih bermakna. Retrieved from https://am.kompas.com
Yani, A., Indra, H., & Rahman, I. K. (2017). Analisis program kegiatan sekolah dalam pengembangan kecerdasan spiritual siswa MTs SA An-Nur Ciseeng Bogor. Jurnal Tawazun, 10(1), 138–154.
Zein, M. (2016). Peran guru dalam pengembangan pembelajaran. Jurnal Inspiratif Pendidikan, 5(2).
Zohar, D., & Marshal, I. (2001). SQ: Memanfaatkan kecerdasan spiritual dalam berpikir integral dan holistik untuk memaknai kehidupan. Bandung: Mizan.
DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i3.1664
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
.png)








