Efektivitas Modul Pembelajaran IPA Berbasis Etnosains Dalam Meningkatkan Aspek Sikap Sains

Fitriya S - Universitas Annuqayah, Madura
Aziza Maiyanti - IAIN Kediri, Kediri
Hamzah Syamsudin - IAIN Kediri, Kediri

Abstract


This study aims to examine the effectiveness of ethnoscience-based science learning modules in enhancing students' scientific attitudes. The primary issue addressed is the low level of scientific literacy in Indonesia, which affects students' conceptual understanding and critical thinking skills. This research employs a one-group pretest-posttest experimental design with a sample of seventh-grade students from a junior high school in Kediri. The developed module integrates local wisdom into the material on additives and addictive substances, enabling students to connect scientific concepts with their daily experiences. The conceptual framework of this study is based on scientific literacy and constructivist theory. The findings indicate a significant improvement in students' scientific attitudes after the learning intervention, with percentage increases as follows: ability to explain scientific phenomena (92.38%), data interpretation (91.90%), evaluation and design of scientific investigations (92.38%), argumentation based on scientific evidence (94.05%), and understanding the context of science in society (92.38%). The implications of this study suggest that the ethnoscience-based approach is effective in improving students' scientific literacy and can serve as an alternative strategy for developing science curricula in schools.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas modul pembelajaran IPA berbasis etnosains dalam meningkatkan aspek sikap sains siswa. Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya literasi sains di Indonesia, yang berdampak pada kurangnya pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen one-group pretest-posttest dengan sampel siswa kelas VII di salah satu SMP di Kediri. Modul yang dikembangkan mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam materi zat aditif dan adiktif, sehingga siswa dapat menghubungkan konsep ilmiah dengan pengalaman sehari-hari. Kerangka konsep penelitian ini mengacu pada literasi sains dan teori konstruktivisme. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek sikap sains siswa setelah pembelajaran, dengan persentase peningkatan: kemampuan menjelaskan fenomena ilmiah (92,38%), interpretasi data (91,90%), evaluasi dan perancangan investigasi ilmiah (92,38%), pembuatan argumen berbasis bukti (94,05%), serta pemahaman konteks sains dalam masyarakat (92,38%). Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan etnosains efektif dalam meningkatkan literasi sains siswa dan dapat dijadikan alternatif dalam pengembangan kurikulum pembelajaran IPA di sekolah.


Keywords


Innovation Devotion Journal Change / Inovasi Pengabdian Journal Perubahan

Full Text:

PDF

References


Ariningtyas, A., Wardani, S., & Mahatmanti, W. (2017). Efektivitas lembar kerja siswa bermuatan etnosains materi hidrolisis garam untuk meningkatkan literasi sains siswa SMA. Journal of Innovative Science Education, 6(2), 186-196.

Khoiriyah, Z., & Qosyim, A. (2021). Efektivitas pendekatan etnosains dalam pembelajaran daring untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa materi kalor. Pensa: e-Jurnal Pendidikan Sains, 9(3), 433-442.

Isnaini, A. (2023). Efektivitas LKPD problem-based learning berbasis etnosains dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit [Unpublished thesis].

Afliansyah, E. P. (2022). Pengembangan modul pembelajaran IPA berbasis etnosains materi zat aditif dan adiktif untuk melatih literasi sains siswa SMP [Doctoral dissertation, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu].

Irsan, I. (2021). Implementasi literasi sains dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(6), 5631-5639.

Hendri, S., & Hasriani, M. (2019). Identifikasi literasi sains mahasiswa (Studi kasus mahasiswa STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena). Journal of Natural Science and Integration, 2(1), 95-104. https://doi.org/10.24014/jnsi.v2i1.7117

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Modul ajar: Panduan penyusunan. Kemendikbudristek.

Kumala, I. R., Sumarni, W., & Haryani, S. (2020). Penerapan model pembelajaran brain-based learning untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa. Chemistry in Education, 9(1), 38-44.

Manurung, I. F. U., Mailani, E., & Simanuhuruk, A. (2020). Penerapan model pembelajaran argument-driven inquiry berbantuan virtual laboratory untuk meningkatkan kemampuan literasi sains mahasiswa PGSD. Js (Jurnal Sekolah, 4(4), 26-32.

Muzijah, R., Wati, M., & Mahtari, S. (2020). Pengembangan e-modul menggunakan aplikasi Exe-Learning untuk melatih literasi sains. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika, 4(2), 89-98. https://doi.org/10.20527/jipf.v4i2.2056

National Research Council. (2012). A framework for K-12 science education: Practices, crosscutting concepts, and core ideas. The National Academies Press.

OECD. (2018). PISA 2015 results in focus. OECD.

OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume 1): The state of learning and equity in education. OECD Publishing.

Partnership for 21st Century Skills. (2019). Framework for 21st century learning. Partnership for 21st Century Skills.

Permendikbud No. 5. (2022). Tentang standar kompetensi lulusan. Mendikbud.

Ratumanan, T. G., & Laurens, T. (2006). Evaluasi hasil belajar yang relevan dengan kurikulum berbasis kompetensi. Unesa University Press.

Riduwan. (2010). Belajar mudah penelitian. Alfabeta.

Slavin, R. E. (1997). Educational psychology: Theory and practice (5th ed.). Allyn and Bacon Publishers.

Smaldino, S. E., Lowther, W. L., & Russell, J. D. (2012). Instructional design and development: Theory, practice, and implications for effective learning. Pearson Merrill Prentice Hall.

Thomson, S., Hillman, K., & Bortoli, L. (2013). A teacher's guide to PISA scientific literacy. ACER.

Triza, H. (2022). Kegiatan bongkar pasang melalui aplikasi Phet Virtual Laboratory pada listrik dinamis. Progressive of Cognitive and Ability, 1(2), 50–59. https://doi.org/10.56855/jpr.v1i2.33

UU RI No. 20 Tahun 2003. Tentang sistem pendidikan nasional.

Wati, N., Qadar, R., & Matius, B. (2020). Hubungan antara kinerja dengan hasil belajar siswa pada pembelajaran berbasis inkuiri laboratorium terbatas di SMA Negeri 13 Samarinda. Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF), 1(1), 73-80. https://doi.org/10.30872/jlpf.v1i01.130




DOI: https://doi.org/10.59818/jpi.v5i2.1451