PERANCANGAN BUSINESS MODEL CANVAS DESA WISATA KAMPUNG SEPATU CIBADUYUT

Imanuddin Hasbi - Universitas Telkom
Putu Madiawati - Universitas Telkom
Nuslih Jamiat - Universitas Telkom
Arif Kuswanto - Universitas Telkom

Abstract


The purpose of this research is to conduct a Business Model Canvas approach in designing a sustainable strategy in developing a tourist village in Kampung Sepatu by describing and defining each main activity to create value to generate income for the Village-Owned Enterprises (BUMDES) of Cangkuang Kulon Village. This type of research uses a qualitative research approach with SWOT analysis and Business Model Canvas. Respondents used key informants from business actors, community leaders, and local government officials. There are nine main activities in determining business development strategies to increase product value and income of business actors in Kampung Sepatu Cibaduyut Kulon Village. Study limitations in Cangkuang Kulon Village. This research is designed for a sustainable business development strategy specifically for Kampung Sepatu Tourism Village, Cangkuang Kulon Village, by defining the problems of shoe craftsmen and paying attention to local conditions so that the research results can be applied directly to shoe craftsmen in Kampung Sepatu, Cangkuang Kulon Village.

ABSTRAK

Tujuan dari Peneliti ini adalah melakukan pendekatan Business Model Canvas dalam merancang strategi berkelanjutan dalam mengembangkan desa wisata di Kampung Sepatu dengan mendeskripsikan dan mendefinisikan setiap aktivitas utama untuk menciptakan nilai guna menghasilkan pendapatan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Cangkuang Kulon. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan analisis SWOT dan Business Model Canvas. Responden menggunakan informan kunci dari pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah daerah. Terdapat sembilan kegiatan utama dalam menetapkan strategi pengembangan usaha untuk meningkatkan nilai produk dan pendapatan pelaku usaha di Kampung Sepatu Desa Cibaduyut Kulon. Keterbatasan studi di Desa Cangkuang Kulon. Penelitian ini dirancang untuk strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan khusus untuk Desa Wisata Kampung Sepatu, Desa Cangkuang Kulon, dengan mendefinisikan permasalahan pengrajin sepatu dan memperhatikan kondisi lokal sehingga hasil penelitian dapat diterapkan langsung pada pengrajin sepatu di Kampung Sepatu, Desa Cangkuang Kulon.

Keywords


Business Model Canvas, Tourism Village, Kampung Sepatu, Small Industry, Creative Industry / Kanvas Model Bisnis, Desa Wisata, Kampung Sepatu, Industri Kecil, Industri Kreatif

Full Text:

PDF

References


Cohen (1984) membahas berbagai pendekatan, isu, dan temuan dalam sosiologi pariwisata dalam artikelnya yang diterbitkan di Annals of Tourism Research, 30, halaman 236-266.

Hasbi et al. (2021) memperkenalkan konsep dasar pariwisata dalam buku mereka yang diterbitkan oleh Widina di Bandung, Pengantar Pariwisata.

Kementerian RI (2007) menerbitkan Peraturan No. 78/M-IND/PER/9/2007 mengenai peningkatan efektivitas pengembangan industri kecil dan menengah melalui pendekatan One Village One Product (OVOP) di Sentra.

Kepmendagri (2020) mengeluarkan Peraturan No. 146.1-4717 Tahun 2020 tentang penetapan nama, kode, dan jumlah desa seluruh Indonesia pada tahun 2020.

Lestari, Cahyani, Rosita, Marhanah, dan Sri (2016) mengeksplorasi strategi penguatan citra Cibaduyut sebagai kawasan wisata kerajinan sepatu di Kota Bandung dalam artikel mereka yang dipublikasikan di Jurnal Manajemen Resort dan Leisure, 13(2), Oktober 2016, diakses dari https://ejournal.upi.edu

Osterwalder, Pigneur, dan Clark (2010) menyediakan panduan tentang model bisnis dalam buku mereka, Business Model Generation: A Handbook for Visionaries, Game Changers, and Challengers, yang diterbitkan oleh John Wiley & Sons di Hoboken, NJ, dalam seri Strategyzer.

Peraturan Daerah Kabupaten (2014) Nomor 4 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah.

Rangkuti (2015) menguraikan analisis SWOT dalam bukunya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka di Jakarta.

Undang-Undang RI (2014) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

UNWTO (n.d.) membuka panggilan untuk desa wisata terbaik dalam pengumuman yang tersedia di https://www.unwto.org

Bappeda Kab. Bandung (2019) melaporkan tentang pengembangan Kampung Sepatu Desa Cangkuang Kulon Kecamatan Dayeuhkolot dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA).




DOI: https://doi.org/10.59818/kontan.v3i1.214