Fenomena Aborsi di Lingkungan Kampus A dan B pada Mahasiswi (Studi Kasus Pelaku X dan Y)

M. Farhan Khandefa - Universitas Islam Riau, Pekanbaru
Kasmanto Rinaldi - Universitas Islam Riau, Pekanbaru

Abstract


The high rate of abortion among teenagers is due to the lack of early sex education and minimal religious knowledge. Some of the things that lead to unwanted pregnancies in adolescents include promiscuity without parental control which results in the teenager feeling free to do whatever they want. The purpose of this research is to find out how the abortion process is carried out on the perpetrators X and Y. The research was conducted using qualitative methods with the main research data obtained through interviews with the abortionist's spouse and who helped the perpetrator's spouse to have an abortion in the Pekanbaru city campus area. Based on the results of the research, it was concluded that the abortion performed by the perpetrator occurred because of the unpreparedness of the perpetrator to have children and be responsible for what he had done. This also refers to the result of out of wedlock, and also still in college. With the ways of doing abortion such as buying drugs, using pineapple, and strenuous exercise makes this action become abused to abort the womb.

ABSTRAK

Tingginya aborsi pada kalangan remaja di karenakan kurangnya pendidikan seks sejak dini serta pengetahuan agama yang masih minim. Beberapa hal yang mengakibatkan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan di remaja antara lain yaitu pergaulan bebas tanpa kendali orang tua yang mengakibatkan remaja tersebut merasa bebas buat melakukan apa saja yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana proses aborsi yang dilakukan pada pelaku X dan Y. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan data utama penelitian yang diperoleh melalui wawancara dengan pasangan pelaku aborsi dan yang membantu pasangan pelaku melakukan aborsi di wilayah kampus kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa aborsi yang dilakukan pelaku ini terjadi karena ketidaksiapannya pelaku untuk memiliki anak dan bertanggung jawab atas hal yang telah diperbuatnya. Hal ini juga mengacu karena hasil dari diluar nikah, dan juga masih dalam masa kuliah. Dengan adanya cara-cara melakukan aborsi seperti membeli obat, menggunakan nanas, dan olahraga berat membuat tindakan ini menjadi disalahgunakan untuk menggugurkan kandungan.


Keywords


Abortion, Phenomenon, Student / Aborsi, Fenomena, Mahasiswa

Full Text:

PDF

References


Anshor, U., & Mariah. (2006). Fikih aborsi. Jakarta: Kompas.

Hartaji, D. A. (2012). Motivasi berprestasi pada mahasiswa yang berkuliah dengan jurusan pilihan orangtua. Universitas Gunadarma.

Kantner, J., & Zelnik, M. (1991). The probability of premarital intercourse. Social Science Research.

Khisbisyah, dkk. (1997). Kehamilan tak dikehendaki di kalangan remaja. Yogyakarta: PPK UGM.

Kusmiran, E. (2014). Kesehatan reproduksi remaja dan wanita. Jakarta: Salemba Medika.

Rinaldi, K., & Askarial, A. (2022). Penyuluhan penanaman pendidikan moralitas dan nilai Pancasila pada anak. COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 170–174.

Rinaldi, K. (2017). Women actors of corruption in governance: The concept of “demonizing,” “violent girls,” and “woman.”

Rinaldi, K. (2021). The application of restorative justice on perpetrator and victim peace process for the loss of baby delivery (Case study on Hospital X in Duri). Jurnal Hukum Das Sollen, 6(2), 46–61. https://doi.org

Rinaldi, K., Afrizal, A., & Maulana, M. (2022). Pendekatan attachment sebagai salah satu upaya pencegahan juvenile delinquency. Bhakti Nagori: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2), 163–172.

Rinaldi, K., Azhari, F., Alwafi, I., Sari, N., Nugraha, R., Putri, S. A., ... & Mianita, H. (2022). Strategi pencegahan eigenrecht di lingkungan masyarakat. Sosiologi: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya, 24(1), 75–93.

Sari, R. (n.d.). Remaja dan kesehatan reproduksi. Makalah Seminar Sehari Perilaku Seksual Remaja di Desa dan di Kota, Fakultas Kedokteran UI.

Sutherland, E. H. (1972). The theory of differential association. In Readings in criminology and penology (pp. 365–371). Columbia University Press.

Tanjung, C. A. (2018, March 6). Sepasang kekasih di Pekanbaru ini ditangkap karena aborsi. Detik. https://news.detik.com (Diakses 21 Februari 2023)

Tanjung, C. A. (2018, April 23). Baru selesai aborsi janin, perempuan Riau digelandang polisi. Liputan6. https://www.liputan6.com (Diakses 21 Februari 2023)




DOI: https://doi.org/10.59818/jps.v2i1.431

Citation Format:

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 Public Sphare: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Office Address

Purimelia Asri Complex, Block C3 No. 17, Bojong Emas Village, Solokan Jeruk District, Bandung Regency, Indonesia.

Phone: (022) 873 553 70 | Mobile: +62 81 57000 699

Payment Information

Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Account Name: CV. Widina Media Utama
Account Number: 110701000573565

SINTA Index Google Scholar Garuda Index Crossref BASE Index Dimensions